Jurnal Karaton
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton
<p data-start="394" data-end="684"><strong data-start="394" data-end="432">Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep</strong> merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh <strong data-start="479" data-end="539">Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep</strong>. <strong>Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep</strong> ini hadir sebagai pengembangan dari <em data-start="584" data-end="621">Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep</em> yang sebelumnya dikelola oleh Bappeda Kabupaten Sumenep.</p> <p data-start="686" data-end="956"><strong>Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep</strong> menjadi wadah publikasi hasil riset dan inovasi daerah Kabupaten Sumenep, mencakup bidang pemerintahan, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi, budaya, lingkungan, serta potensi daerah kepulauan dan sumber daya lokal lainnya. Penerbitan jurnal ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kinerja penyelenggaraan dan perbaikan tata kelola Pemerintahan Daerah, mendorong pemberdayaan serta peran serta masyarakat, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p> <p data-start="958" data-end="1238">Tujuan penerbitan <strong>Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep</strong> adalah untuk mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah, sekaligus menyediakan ruang kolaboratif bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi dalam menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan pembangunan di Sumenep.</p> <p data-start="1240" data-end="1607">Sebagai daerah kepulauan dengan kekayaan sumber daya lokal yang melimpah, Kabupaten Sumenep memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui riset dan inovasi. Melalui publikasi ini, <strong>Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep </strong>diharapkan dapat menjadi sarana berbagi gagasan dan hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pembangunan daerah.</p>Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenepid-IDJurnal Karaton2828-9498<p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />This work is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.</p>STRATEGI PENGENDALIAN INFLASI DI KABUPATEN SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/115
<p>Penelitian ini mengkaji dinamika inflasi di Kabupaten Sumenep dan <br>mengevaluasi efektivitas strategi pengendalian inflasi di daerah tersebut. Dengan <br>menggunakan kombinasi data primer dan sekunder, penelitian ini menyelidiki <br>faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap inflasi di Sumenep, termasuk <br>biaya produksi, ketidakefisienan distribusi, fluktuasi harga pangan, dan tekanan <br>permintaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Partial Least Squares <br>Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menganalisis hubungan kausal <br>antar faktor-faktor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi di <br>Sumenep terutama dipengaruhi oleh faktor biaya, seperti kenaikan biaya produksi <br>dan ketidakefisienan distribusi, serta faktor permintaan, terutama selama puncak <br>konsumsi musiman. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran penting kebijakan <br>pemerintah, peningkatan infrastruktur, dan ekspektasi pasar dalam mengelola <br>tekanan inflasi. Berdasarkan temuan ini, penelitian mengajukan rekomendasi <br>kebijakan yang komprehensif, termasuk penguatan infrastruktur logistik, <br>memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, <br>serta meningkatkan pemantauan dinamika harga pangan. Hasil penelitian ini <br>menegaskan perlunya langkah-langkah pengendalian inflasi yang terintegrasi dan <br>spesifik bagi masing-masing daerah untuk memastikan stabilitas harga jangka <br>panjang dan ketahanan ekonomi.</p>Wardhono AdhityaCiplis Gema Qori’ahM. Abd NasirMisbahol Yaqin
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-1851STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL PEDESAAN UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/116
<p>Kemiskinan pedesaan tetap menjadi tantangan besar dalam pembangunan daerah, <br>khususnya di Kabupaten Sumenep yang memiliki kompleksitas geografis dan sosial<br>ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemberdayaan <br>ekonomi lokal berbasis potensi unggulan seperti sektor pertanian, perikanan, dan <br>UMKM dalam rangka pengentasan kemiskinan. Dengan menggunakan pendekatan <br>mix-method, data dikumpulkan melalui survei rumah tangga, FGD, dan telaah <br>kebijakan lokal. Hasil menunjukkan bahwa intervensi yang berbasis pada <br>optimalisasi potensi lokal, penguatan kelembagaan desa (BUMDes), serta penciptaan <br>lapangan kerja melalui klasterisasi sektor unggulan berdampak signifikan terhadap <br>peningkatan pendapatan dan penurunan tingkat kemiskinan. Strategi “Living Lab” <br>dan pendekatan Theory of Change juga terbukti efektif dalam membangun sinergi <br>antarstakeholder. Kajian ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan ekonomi <br>lokal harus bersifat partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan agar mampu menjadi <br>katalis transformasi struktural di pedesaan.</p>Iskandar DzulkarnainSabaruddin AkhmadAchdiar Redy SetiawanArie Wahyu PranantaIshaq Abdussalam
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-18511730STRATEGI OPTIMALISASI PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/117
<p>Di Kabupaten Sumenep, meskipun terdapat upaya intensifikasi dan ekstensifikasi <br>pajak dan retribusi, hasil yang diperoleh masih dianggap belum optimal. Pemerintah <br>Kabupaten Sumenep telah melakukan penguatan kelembagaan dengan mendirikan <br>Badan Pendapatan Daerah, namun tantangan tetap ada, termasuk kepatuhan <br>masyarakat dalam pembayaran pajak dan adanya kelemahan sistem self-assessment. <br>Oleh sebab itu, merumuskan strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) <br>amat dibutuhkan. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif berbasis <br>pada analisis data sekunder dan pendekatan kualitatif dalam mendalami isu-isu <br>paling strategis, maka upaya optimalisasi dimaksud perlu ditempuh melalui 2 (dua) <br>skenario program strategis, yakni: intensifikasi dan ekstensifikasi. Strategi <br>intensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep perlu dilakukan <br>sebagai upaya untuk meningkatkan penerimaan dari sumber-sumber yang sudah ada <br>melalui pemungutan yang lebih giat, ketat, dan teliti, seperti pendataan ulang wajib <br>pajak, evaluasi tarif, penagihan tunggakan, dan peningkatan sistem pencatatan serta <br>SDM pengelola. Strategi ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah upaya <br>untuk mencari dan mengembangkan sumber-sumber PAD baru yang belum digarap, <br>seperti pendataan wajib pajak baru, penemuan objek pajak baru, dan menjalin kerja <br>sama dengan pihak swasta atau BUMN.</p>Bonaventura NgarawulaCatur WahyudiArief SuhardimanChandra DinataDurratun NasihahAgung Suwandaru
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-18513149EVALUASI KEBIJAKAN REGULATIF PELESTARIAN SENI DAN BUDAYA: STUDI ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 18 TAHUN 2018 DI KABUPATEN SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/118
<p>Pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Sumenep telah diatur melalui <br>Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2018 sebagai instrumen kebijakan daerah <br>untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional dan identitas budaya lokal. Namun, <br>dalam praktiknya, kebijakan tersebut menghadapi tantangan implementasi yang <br>berpotensi menghambat ketercapaian tujuan regulatifnya. Penelitian ini bertujuan <br>untuk mengevaluasi implementasi Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2018 <br>tentang Pelestarian Seni dan Budaya di Kabupaten Sumenep dengan <br>menitikberatkan pada efektivitas kebijakan, kecukupan instrumen regulatif, serta <br>pemerataan manfaat kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif <br>dengan desain evaluasi kebijakan publik regulatif melalui wawancara mendalam, <br>observasi dan dokumentasi, yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil <br>penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pelestarian seni dan budaya di <br>Kabupaten Sumenep relatif efektif dalam meningkatkan aktivitas dan eksposur <br>seni budaya, namun belum optimal dalam menjamin perlindungan struktural dan <br>keberlanjutan seni tradisional secara merata. Keterbatasan utama terletak pada <br>ketiadaan regulasi turunan yang operasional, lemahnya sistem pendataan seni, <br>serta distribusi manfaat kebijakan yang belum inklusif. Temuan ini <br>mengindikasikan perlunya penguatan kebijakan pelestarian seni melalui <br>penyusunan regulasi teknis, pengembangan basis data seni yang terverifikasi, <br>serta penguatan peran pemerintah daerah dan komunitas seni secara <br>berkelanjutan.</p>Luthfatul QibtiyahSiti KhotijahNurul Hidayati
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-18515062EVALUASI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 11 TAHUN 2018 TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI TAMAN TAJAMARA, SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/119
<p>Penelitian ini mengevaluasi implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep <br>Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima <br>(PKL) pada kawasan Taman Tajamara sebagai zona hijau PKL. Secara khusus, <br>penelitian ini berupaya menjawab tiga pertanyaan: (1) bagaimana pelaksanaan <br>Perda tersebut di Taman Tajamara dengan dukungan sistem pemantauan berbasis <br>Smart PKL (IoT–MQTT); (2) faktor apa saja yang mendukung implementasinya; <br>dan (3) faktor apa saja yang menghambat implementasi di lapangan. Pendekatan <br>yang digunakan adalah kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam, <br>observasi lapangan, analisis dokumen, serta integrasi data digital dari sistem <br>Smart PKL yang merekam kehadiran dan jam operasional PKL secara otomatis. <br>Kerangka evaluasi William N. Dunn digunakan untuk menilai kinerja kebijakan, <br>sementara model implementasi Van Meter dan Van Horn dimanfaatkan untuk <br>memetakan faktor pendukung dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan <br>bahwa pelaksanaan Perda No. 11 Tahun 2018 di Taman Tajamara telah <br>memberikan arah penataan yang lebih tertib, terutama melalui pengaturan zonasi <br>dan pengurangan kesemrawutan ruang publik. Namun, jawaban atas rumusan <br>masalah pertama mengindikasikan bahwa efektivitas implementasi masih <br>terbatas oleh inkonsistensi penegakan jam operasional, keterbatasan sumber daya <br>pengawasan, dan belum terintegrasinya Smart PKL ke dalam SOP rutin <br>pengawasan. Menjawab rumusan masalah kedua, faktor pendukung utama <br>implementasi meliputi kejelasan norma zonasi dalam Perda, komitmen sebagian <br>aparat lapangan, dan ketersediaan data faktual dari sistem Smart PKL. Adapun <br>terkait rumusan masalah ketiga, faktor penghambat mencakup kapasitas <br>kelembagaan dan koordinasi lintas-OPD yang belum optimal, resistensi sebagian <br>PKL terhadap penertiban, serta belum adanya prosedur teknis penggunaan data <br>Smart PKL sebagai dasar tindakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan <br>koordinasi kelembagaan, integrasi Smart PKL sebagai sistem pendukung <br>keputusan, dan penyusunan SOP operasional yang adaptif terhadap pola aktivitas <br>faktual PKL di Taman Tajamara.</p>Nirwana Haidar HariAhmad Khairul UmamAhmad Walid HujairiSritrusta SukaridhotoM. Mohamad Zaky Bahtiar ArifiantoDavana Yudista FirdausyMoch. Ilham Abdul Aziz
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-18516374EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PERBUP NOMOR 83 TAHUN 2018 TENTANG KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/120
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan dan strategi tata kelola penanganan <br>sampah melalui integrasi pemberdayaan komunitas dengan daya tampung sampah <br>di Kabupaten Sumenep. Fokus penelitian diarahkan pada evaluasi kapasitas Tempat <br>Pembuangan Akhir (TPA) Torbang, peran serta lembaga terkait yaitu Dinas <br>Lingkungan Hidup (DLH) dalam pengelolaan sampah, serta penyusunan <br>rekomendasi kebijakan redistributif yang dapat memperkuat tata kelola <br>persampahan daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif <br>deskriptif dengan desain studi evaluatif. Hasil penelitia dapat memberikan evaluasi <br>Efektivitas pelaksanaan perbup nomor 83 Tahun 2018 tentang tata kelola dan strategi <br>pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, sekaligus perbup Nomor 17 Tahun 2025 <br>tentang Pengurangan Penggunaan Plastik sekali pakai di Kabupaten Sumenep <br>sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung penguatan regulasi <br>daerah, khususnya mengacu pada Peraturan Bupati Kabupaten Sumenep Nomor 83 <br>Tahun 2018 Tentang kebijakan pengelolaan sampah tersebut.</p>ImalahImroatinAinul Yaqin
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-18517596IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI SUMENEP NOMOR 29 TAHUN 2024 DALAM TATAKELOLA TEMBAKAU DI KABUPATEN SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/121
<p>Penelitian ini menganalisis implementasi Peraturan Bupati Sumenep Nomor 29 <br>Tahun 2024 tentang Penatausahaan Pembelian Tembakau dalam melindungi <br>kesejahteraan petani. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan concurrent <br>embedded mixed methods, penelitian melibatkan 56 informan dari petani, <br>pedagang, pabrikan, pemerintah, dan tokoh masyarakat di lima kecamatan sentra <br>tembakau. Data dianalisis menggunakan NVivo 12 dengan pendekatan analisis <br>tematik. Hasil mengungkap paradoks implementasi: meskipun 55,6% informan <br>tidak mengetahui kebijakan dan sosialisasi sangat terbatas, 66,7% petani <br>mengalami peningkatan pendapatan dan 88,9% merasa lebih terlindungi. <br>Kebijakan menciptakan dampak positif melalui efek simbolik yang memperkuat <br>posisi tawar petani secara psikologis. Namun, hambatan struktural persisten <br>berupa dominasi pedagang lokal (77,8%), minimnya peran kelompok tani (11,1%), <br>kompleksitas prosedural, dan lemahnya enforcement. Penelitian menyimpulkan <br>kebijakan berada pada tahap awal yang menjanjikan namun rapuh, dengan <br>capaian kuat pada dimensi legitimasi dan modal sosial tetapi lemah pada <br>operasional dan enforcement. Diperlukan intervensi segera pada komunikasi <br>kebijakan, simplifikasi prosedur, penguatan enforcement, dan transformasi <br>kelembagaan petani untuk memastikan dampak berkelanjutan dan merata.</p>Mohammad HerliHabibiAbshoril FithryIrma Irawati Puspaningrum
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-185197126PENGUATAN KEBIJAKAN TATA KELOLA PARIWISATA MELALUI KOLABORASI INTEGRASI PROGRAM SERVICE-DOMINANT LOGIC (SDL) DI KEPULAUAN SEGI TIGA EMAS SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/122
<p>Pembangunan pariwisata kepulangan segi tima emas menghadapi berbagai <br>tantangan mulai dari aksesbilitas, penyediaan air bersih tata Kelola, termasuk <br>kapasitas sumber daya manusia. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini <br>bertujuan memperlihatkan bagaimana kebijakan tata kelola pariwisata di Kepulauan <br>Segi Tiga Emas Sumenep meliputi Gili Iyang, Gili Labak, dan Gili Genting dapat <br>diperkuat melalui pendekatan Service-Dominant Logic (SDL). Menggunakan metode <br>kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur, studi ini menggali pengalaman <br>berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha, <br>hingga komunitas lokal dan wisatawan. Hasilnya menunjukkan bahwa bentuk<br>bentuk kolaborasi sudah mulai muncul, tetapi masih berjalan secara terputus-putus, <br>tidak mengikuti standar yang jelas, dan belum ditopang oleh institusi yang cukup <br>mapan. Indikasi value co-creation memang terlihat melalui peran Pokdarwis dan <br>masyarakat lokal dalam mengintegrasikan berbagai sumber daya, namun upaya <br>tersebut belum menghasilkan layanan yang konsisten maupun mekanisme <br>koordinasi yang terpadu. Penelitian ini juga menemukan lima kendala utama, yaitu <br>hambatan aksesibilitas, keterbatasan infrastruktur dasar, lemahnya struktur tata <br>kelola, rendahnya kapasitas SDM lokal, serta tekanan lingkungan yang semakin <br>meningkat. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan tiga strategi penguatan <br>berbasis SDL: membangun sistem co-creation yang terintegrasi, memperjelas <br>pengaturan kelembagaan untuk mendukung kolaborasi, serta meningkatkan <br>kapasitas masyarakat melalui penguatan peran Pokdarwis. Secara keseluruhan, <br>penelitian ini menekankan bahwa tata kelola pariwisata kepulauan hanya dapat <br>berkembang secara berkelanjutan apabila integrasi kelembagaan, kualitas layanan, <br>dan kerja sama multipihak dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan.</p>Syamsul ArifinAnik AnekawatiWilda RasailiAbshoril Fithry
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-1851127138DAMPAK HUKUM PRAKTIK PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM (SDA) DI KABUPATEN SUMENEP TERHADAP PERLINDUNGAN HAK-HAK MASYARAKAT LOKAL
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/123
<p>Perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya alam melalui sentralisasi <br>kewenangan pemerintah pusat dan provinsi telah membawa implikasi serius <br>terhadap perlindungan hak-hak masyarakat lokal di daerah, termasuk di <br>Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi pertambangan batuan dan wilayah <br>pesisir yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak <br>hukum praktik pengelolaan sumber daya alam terhadap efektivitas perlindungan <br>hak masyarakat lokal, khususnya dalam konteks berkurangnya kewenangan <br>pemerintah kabupaten pasca perubahan rezim regulasi. Metode penelitian yang <br>digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis <br>sosiologis, yang didukung oleh studi lapangan melalui wawancara dengan <br>masyarakat terdampak serta instansi pemerintah daerah terkait. Hasil penelitian <br>menunjukkan bahwa sentralisasi kewenangan pengelolaan pertambangan dan <br>wilayah pesisir telah menghilangkan instrumen perlindungan hukum di tingkat <br>kabupaten, baik yang bersifat preventif maupun represif. Kondisi tersebut <br>berdampak pada maraknya aktivitas pertambangan ilegal, konflik pemanfaatan <br>wilayah pesisir, serta meningkatnya risiko kerusakan lingkungan yang secara <br>langsung merugikan masyarakat. Konfigurasi kewenangan yang berlaku saat ini <br>belum mampu menjamin perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup <br>yang baik dan sehat serta tidak sepenuhnya mencerminkan tujuan penguasaan <br>negara atas sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.</p>Rina YuliantiSafiAprilina PawestriDewi MutiahTaufiq Rizki
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-1851139158FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BANJIR PERKOTAAN DI KABUPATEN SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/124
<p>Banjir perkotaan di Kabupaten Sumenep merupakan permasalahan hidrometeorologis <br>yang bersifat kompleks dan berulang, yang tidak semata dipicu oleh curah hujan <br>ekstrem, tetapi juga oleh interaksi antara karakter spasial kota, tekanan pembangunan, <br>dan keterbatasan sistem drainase serta kelembagaan pengelolaan ruang. Artikel ini <br>bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara komprehensif faktor-faktor <br>penyebab banjir perkotaan di Kabupaten Sumenep dengan pendekatan integratif yang <br>mencakup aspek klimatologis, hidrologis, antropogenik, dan spasial. Metode penelitian <br>yang digunakan adalah mixed methods dengan mengombinasikan analisis data <br>hidrologi, evaluasi sistem drainase, analisis spasial penggunaan lahan berbasis GIS, <br>serta kajian dokumen kebijakan dan hasil observasi lapangan. Hasil kajian <br>menunjukkan bahwa banjir perkotaan di Sumenep dipicu oleh intensitas hujan tinggi <br>yang tidak diimbangi kapasitas drainase, degradasi jaringan saluran akibat sedimentasi <br>dan penyempitan, peningkatan permukaan kedap air akibat alih fungsi lahan, <br>morfologi wilayah yang relatif datar dan cekung, serta ketiadaan ruang retensi air. <br>Faktor-faktor tersebut saling memperkuat sehingga membentuk kondisi banjir yang <br>bersifat sistemik. Temuan ini menegaskan pentingnya penanganan banjir yang tidak <br>hanya berfokus pada intervensi teknis, tetapi juga pada perencanaan tata ruang dan <br>penguatan tata kelola perkotaan secara berkelanjutan</p>Ardy Maulidy NavastaraYang Ratri SavitriFendy FirmansyahPrananda NavitasDeti RahmawatiTya Meilisa Maghfiroh SupriatnaBenny Irawan
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-1851159168PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KENAIKAN GAJI BERKALA (KGB) PNS DAN PPPK PADA BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH KABUPATEN SUMENEP DENGAN FITUR NOTIFIKASI OTOMATIS
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/125
<p>Kenaikan Gaji Berkala (KGB) merupakan hak yang diberikan secara periodik kepada <br>Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) <br>setiap dua tahun sekali apabila memenuhi persyaratan kinerja dan masa kerja. Di Badan <br>Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, proses pengelolaan KGB masih <br>dilakukan secara manual melalui pengecekan dokumen fisik. Mekanisme ini rentan <br>menimbulkan keterlambatan, kesalahan input data, serta menyulitkan proses <br>monitoring jadwal KGB Pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan <br>Sistem Informasi Kenaikan Gaji Berkala berbasis web yang dilengkapi fitur notifikasi <br>otomatis sebagai pengingat jadwal KGB. Metode pengembangan menggunakan model <br>Waterfall yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, serta <br>pengujian menggunakan black-box testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem <br>mampu mengotomatisasi proses pengusulan dan pembuatan Surat Keputusan Kenaikan <br>Gaji Berkala (SK KGB) dan memberikan pengingat otomatis (H-30, H-14, H-7) melalui <br>email. Pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi berjalan dengan baik dan sistem <br>dapat membantu meningkatkan efisiensi, akurasi, serta ketepatan waktu proses KGB <br>pada Badan Riset dan Inovsai Daerah Kabupaten Sumenep.</p>Pyepit Rinekso ABenny IrawanAndy Chandra KRachmat Rachman
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-1851169176PENGARUH INOVASI MIMI PERI KATE (MARI MARI PERIKSA KESEHATAN ANAK TERPADU) TERHADAP NILAI KEPUASAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS PAMOLOKAN
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/126
<p>Inovasi MIMI PERI KATE (Mari-Mari Periksa Kesehatan Anak Terpadu)</p> <p>merupakan model pelayanan kesehatan terintegrasi yang dikembangkan di</p> <p>Puskesmas Pamolokan sebagai upaya memperkuat kualitas layanan sekaligus</p> <p>mewujudkan pelayanan yang ramah anak. Inovasi ini mengkombinasikan</p> <p>pemeriksaan kesehatan, deteksi dini, pemantauan tumbuh kembang, serta</p> <p>edukasi kesehatan dalam satu alur pelayanan yang sistematis, aman, dan</p> <p>mendukung kenyamanan anak maupun orang tua.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi inovasi MIMI</p> <p>PERI terhadap tingkat kepuasan masyarakat. Desain penelitian menggunakan</p> <p>komparasi nilai kepuasaan masyarakat dari dua kelompok, yaitu kelompok yang</p> <p>menerima pelayanan inovasi MIMI PERI KATE dan kelompok non-inovasi,</p> <p>dengan total 203 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Independent</p> <p>Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan</p> <p>antara kedua kelompok (p < 0,001), di mana kelompok inovasi memiliki tingkat</p> <p>kepuasan yang lebih tinggi (Mean = 91,43) dibandingkan kelompok non-inovasi</p> <p>(Mean = 87,41). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan inovasi</p> <p>ramah anak MIMI PERI memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan</p> <p>kepuasan masyarakat terhadap layanan di Puskesmas Pamolokan.</p>Imamatul HikmahWahyu Piscesa Sila Armaja
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-1851177182DOKUMEN KEPENDUDUKAN TERINTEGRASI (PDKT) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PECATATAN SIPIL KABUPATEN SUMENEP
https://karaton-brida.sumenepkab.go.id/index.php/karaton/article/view/128
<p>Pelayanan administrasi kependudukan yang efektif dan efisien merupakan</p> <p>kebutuhan mendasar masyarakat dalam pemenuhan hak-hak sipil, namun pada</p> <p>praktiknya masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, seperti rendahnya</p> <p>kesadaran masyarakat untuk memperbarui data kependudukan, persepsi bahwa</p> <p>proses pelayanan berbelit, serta kecenderungan menggunakan jasa perantara ketika</p> <p>dokumen dibutuhkan secara mendesak. Kondisi tersebut melatarbelakangi lahirnya</p> <p>inovasi Pelayanan Dokumen Kependudukan Terintegrasi (PDKT) di Dinas</p> <p>Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumenep, yang secara yuridis telah</p> <p>diatur dalam Peraturan Bupati Sumenep Nomor 36 Tahun 2021 dan diperkuat melalui</p> <p>Surat Keputusan Kepala Dinas serta kerja sama lintas sektor dengan berbagai instansi</p> <p>dan lembaga terkait. PDKT menghadirkan layanan terintegrasi melalui tiga skema,</p> <p>yaitu layanan internal, eksternal, dan insidental, yang memungkinkan penerbitan</p> <p>beberapa dokumen kependudukan sekaligus dalam satu kali pengajuan. Layanan</p> <p>internal telah diterapkan di seluruh unit pelayanan Dukcapil, baik di Mal Pelayanan</p> <p>Publik maupun kecamatan, sementara layanan eksternal telah memproses lebih dari</p> <p>10.000 permohonan dari mitra Dukcapil, dan layanan insidental memfasilitasi</p> <p>penerbitan lebih dari 1.000 dokumen bagi korban dan keluarga korban bencana.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi</p> <p>dan observasi, dengan hasil menunjukkan bahwa PDKT mampu meningkatkan</p> <p>kualitas dan efektivitas pelayanan publik, memperluas akses layanan terutama bagi</p> <p>masyarakat kepulauan, menekan praktik percaloan, membentuk kesadaran tertib</p> <p>administrasi kependudukan, serta memperkuat kolaborasi kelembagaan lintas sektor</p> <p>secara berkelanjutan</p>Wahasah
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-182026-02-1851183188