FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BANJIR PERKOTAAN DI KABUPATEN SUMENEP

Penulis

  • Ardy Maulidy Navastara Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Yang Ratri Savitri Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Fendy Firmansyah Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Prananda Navitas Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Deti Rahmawati Departemen Studi Pembangunan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Tya Meilisa Maghfiroh Supriatna Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Benny Irawan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Kata Kunci:

banjir perkotaan, drainase, tata ruang, penggunaan lahan, kabupaten sumenep

Abstrak

Banjir perkotaan di Kabupaten Sumenep merupakan permasalahan hidrometeorologis
yang bersifat kompleks dan berulang, yang tidak semata dipicu oleh curah hujan
ekstrem, tetapi juga oleh interaksi antara karakter spasial kota, tekanan pembangunan,
dan keterbatasan sistem drainase serta kelembagaan pengelolaan ruang. Artikel ini
bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara komprehensif faktor-faktor
penyebab banjir perkotaan di Kabupaten Sumenep dengan pendekatan integratif yang
mencakup aspek klimatologis, hidrologis, antropogenik, dan spasial. Metode penelitian
yang digunakan adalah mixed methods dengan mengombinasikan analisis data
hidrologi, evaluasi sistem drainase, analisis spasial penggunaan lahan berbasis GIS,
serta kajian dokumen kebijakan dan hasil observasi lapangan. Hasil kajian
menunjukkan bahwa banjir perkotaan di Sumenep dipicu oleh intensitas hujan tinggi
yang tidak diimbangi kapasitas drainase, degradasi jaringan saluran akibat sedimentasi
dan penyempitan, peningkatan permukaan kedap air akibat alih fungsi lahan,
morfologi wilayah yang relatif datar dan cekung, serta ketiadaan ruang retensi air.
Faktor-faktor tersebut saling memperkuat sehingga membentuk kondisi banjir yang
bersifat sistemik. Temuan ini menegaskan pentingnya penanganan banjir yang tidak
hanya berfokus pada intervensi teknis, tetapi juga pada perencanaan tata ruang dan
penguatan tata kelola perkotaan secara berkelanjutan

Diterbitkan

18-02-2026