FALSAFAH TARETAN DHIBI’ SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SUMENEP MADURA

Penulis

  • Salamet Dosen STKIP PGRI Sumenep
  • Khoirul Asiah Dosen STKIP PGRI Sumenep
  • Khoiril Anwar Dosen STKIP PGRI Sumenep

Kata Kunci:

Taretan Dhibi’, pendidikan sosial budaya, kearifan lokal, Sumenep, Madura

Abstrak

Falsafah Taretan Dhibi’ merupakan salah satu konsep luhur masyarakat Madura yang
merepresentasikan ikatan persaudaraan sedarah maupun sosial secara erat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna falsafah Taretan Dhibi’ dan bagaimana
implementasinya sebagai landasan pendidikan sosial budaya dalam kehidupan
masyarakat Sumenep Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode etnografi, teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan,
wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pendidik, serta dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taretan Dhibi’ tidak hanya bermakna hubungan
kekerabatan, tetapi juga menjadi prinsip kolektivitas, solidaritas, serta pedoman
dalam mendidik generasi muda agar menjunjung tinggi nilai saling tolong,
menghormati, dan menjaga keharmonisan sosial. Temuan ini mengindikasikan
bahwa falsafah lokal ini berperan signifikan dalam memperkuat pendidikan sosial
budaya yang adaptif terhadap tantangan modernitas.

Diterbitkan

14-01-2026